Artikel ini saya tulis di bulan May 2013 saat menunggu cuaca buruk di lereng gunung Bromo.

Kenapa setiap makhluk hidup harus mati?

Kenapa rentang hidup manusia rata-rata 50-100 tahun? Satu per satu sahabat kita pergi. Why?

Paparan di bawah akan memberikan secercah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Well!
Tidak ada yang konstan di alam semesta (atau alam multimesta) ini. Bumi mengalami siklus geologi, iklim dst. Matahari juga mengalami perubahan tiap milidetiknya, bahkan galaksi rumah kita pun bergerak jutaan kilometer tiap detiknya. Dan juga alam semesta berkembang setiap saat. Pada suatu waktu 

Perubahan-perubahan ini mengakibatkan banyak perubahan antara lain;

1. Perubahan suhu lingkungan baik daratan, perairan maupun atmosfer. Terkadang suhu di permukaan Bumi itu dibawah titik beku, terkadang bisa melelehkan batuan dan kadang 

 

Perubahan-perubahan ini menuntut manusia untuk selalu beradaptasi melalui evolusi. Bagaimana caranya? Dengan cara perkawinan DNA.

DNA memiliki informasi setara jutaan terabyte informasi digital yang memuat semua hal tentang tubuh manusia. Dengan perkawinan DNA, dimungkinkan adanya DNA baru yang lebih variatif dan chance untuk adaptasi melalui evolusi lebih besar. Bayangkan jika manusia hidup abadi, dan suatu saat suhu permukaan bumi turun 5-10 C dan tekanan permukaan air laut naik menjadi 1.5 Atm dalam kurun waktu 10.000 tahun. Tentunya sel-sel tubuh manusia tidak akan bisa bertahan dalam situasi ini. Dengan adanya perkawinan, dimungkinkan adanya individu yang sesuai dengan kondisi ini. Marvelously genius sustainable design. ^_^

"Designer" dari proses ini Maha-genius. Un-think-able genius in fact! (Acintya).

Seperti halnya tumbuhan, We (human) die so others can live.

A farewell notes for one of my friend pak Roem. You will be missed by everyone.